BERITA PROGRAM SEJUTA RUMAH

Menteri PUPR Resmikan 100 Unit Rumah Khusus di Papua

25 Juni 2016
Jayapura - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan resmikan 100 unit rumah khusus yang tersebar di 100 lokasi Provinsi Papua. Peresmian dilakukan oleh Menteri PUPR, Basuki Hadimulyono secara simbolis pada rumah khusus tipe 45m2 yang berlokasi di Argapura, Jayapura (25/6).
 
"Rumah khusus adalah program Kementerian PUPR yang dibangun untuk daerah-daerah perbatasan, para nelayan, guru, tenaga medis, daerah tertinggal, pulau terluar, masyarakat nelayan dan pemuka agama seperti yang kita serahkan ini" ungkap Menteri PUPR.
 
Pembangunan Rumah khusus di Papua ini sesuai dengan Nawacita Agenda III: Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Agenda Prioritas III tersebut, mengarus-utamakan upaya pemerataan pembangunan antar wilayah terutama desa pada kawasan timur Indonesia dan kawasan perbatasan.
 
Pengajuan 100 unit rumah khusus ini adalah melalui pengusulan oleh Majelis Rakyat Papua (MRP) yang merupakan sebuah lembaga di Provinsi Papua yang beranggotakan para putera asli tanah Papua. Lokasi tersebar di Kota Jayapura sebanyak 20 unit, serta 8 kabupaten lain yang masing-masing mendapatkan 10 unit, yakni Kab. Keerom, Kab. Nabire, Kab. Yapen, Kab. Tolikara, Kab. Jayawijaya, Kab. Yalimo, Kab. Paniai, dan Kab. Biak Numfor, dengan peruntukkan khususnya bagi pimpinan keagamaan, para kepala suku, kaum perempuan dan masyarakat lintas batas/pengungsi.
 
"Kami perjuangkan pengajuan usulan rumah khusus ini, sebagaimana kami diberikan mandat sebagai wakil masyarakat Papua untuk selalu menyampaikan kepada Pemerintah untuk membangun masyarakat Papua."ungkap Wakil Ketua MRP, Ofni Simbiak.
 
Berdasarkan laporan  Direktur Rumah Khusus Kementerian PUPR, Lukman Hakim, utuk tahun anggaran 2016, di Provinsi Papua saat ini sedang proses pembangunan rumah khusus sebanyak 1.246 unit di 1 Kota dan 18 Kabupaten. Sedang di Papua Barat sedang dibangun 784 unit rumah khusus yang berlokasi di 7 Kabupaten. "Sehingga total terdapat 20.30 unit atau lebih dari 34% dari total yang dibangun pada tahun anggaran 2016" ungkapnya.
 
Menteri PUPR juga menjelaskan bahwa prosentase pembangunan rumah khusus di Papua telah lebih besar dari wilayah lain di Indonesia, namun ini masih belum cukup memenuhi kebutuhan di Papua.
"Saya telah arahkan seluruh balai dan satuan kerja untuk mengembangkan berbagai kebijakan agar terus perhatikan pembangunan tanah Papua dengan baik" tambah Menteri PUPR.
 
Wakil Ketua I Komisi V DPR RI, Michael Wattimena yang turut hadir mengikuti peresmian tersebut mengungkapkan harapannya pada pembangunan rumah khusus dalam mengurangi jumlah backlog, khususnya di tanah Papua. "Dengan adanya rumah yang sehat diharapkan dapat tercipta keluarga yang sehat dan anak-anak yang pintar"ungkapnya.
 
Salah satu penerima rumah khusus, yang merupakan kepala suku menuturkan bahwa dirinya telah menyaksikan langsung pembangunan infrastruktur yang semakin baik di Tanah Papua.
"Kami mengucapkan terimakasih dapat menerima rumah ini. Kami mengharapkan Kementerian PUPR untuk terus melanjutkan pembangunan, agar Papua mencapai kesejahteraan dan maju seperti daerah lainnya."
 
Ketua Pokja Keagamaan Semuel K Waromi juga ungkapkan terimakasih atas perhatian dan dukungan Pemerintah  kepada masyarakat Papua, khususnya dalam memberikan layanan ibadah, karena rumah khusus ini juga diberikan kepada para pemuka Agama di Papua baik Islam, Kristen, Katholik, Budha maupun Hindu. Dikala nanti ada lanjutan pembangunan, mereka berharap dapat memberdayakan putra putri asli Papua. Sebagai bukti bahwa anak Papua setara dengan yang lain.
 
(Melisa - Komunikasi Publik Ditjen Penyediaan Perumahan)